YOGYAKARTA — Ribuan meter kain merah putih membentang di sepanjang ikon wisata Kota Yogyakarta, Rabu (12/8/2026). Seorang siswi terlihat mengangkat ujung bendera tersebut, menandai dimulainya parade yang mengusung semangat kebersamaan.
Kegiatan yang digagas DIWA Foundation ini tidak sekadar menjadi atraksi visual. Parade Suara Inklusi untuk Semua 2026 sengaja menghadirkan bendera raksasa sebagai simbol bahwa kemerdekaan dinikmati seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Pemilihan Malioboro sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Jalan sepanjang itu menjadi saksi bagaimana warga dari berbagai latar belakang berbaur dalam satu barisan.
Pantauan di lokasi, para peserta tampak antusias mengangkat kain bendera secara bergantian. Mereka berjalan perlahan dari satu titik ke titik lainnya, diiringi alunan musik dan sorak-sorai warga yang menyaksikan.
Bendera sepanjang 1.000 meter itu menyimpan makna mendalam. Panitia mengajak publik untuk merefleksikan arti kemerdekaan yang sesungguhnya, terutama bagi kelompok-kelompok yang kerap terpinggirkan.
Melalui parade ini, DIWA Foundation ingin menegaskan bahwa ruang publik seperti Malioboro milik semua orang. Setiap individu berhak hadir, berkarya, dan merayakan hari kemerdekaan dengan cara masing-masing.
Kegiatan berlangsung tertib dan meriah. Warga yang melintas pun banyak yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen langka tersebut dengan ponsel mereka.