DI YOGYAKARTA — Penundaan paling parah dialami penumpang Citilink QG-213 tujuan Jakarta yang jadwalnya mundur dari pukul 15.20 WITA menjadi 18.20 WITA. Teguh Pratama, salah satu penumpang, mengatakan waktu boarding-nya yang semula dijadwalkan pukul 14.50 WITA berubah total setelah insiden tersebut.
"Jadwal boarding saya sebelumnya pada pukul 14.50 WITA, tapi karena ada insiden ini berubah menjadi pukul 18.20 WITA melalui Gate 3 terminal," kata Teguh kepada Liputan6.com.
Berdasarkan pantauan Flight Information Display System (FIDS) pada pukul 14.56 WITA, lima penerbangan Lion Air ikut terdampak. Rute Gorontalo dan Denpasar mundur lebih dari tiga jam, sementara tujuan Jakarta, Kendari, dan Surabaya mengalami keterlambatan 45 menit hingga 1,5 jam. Dua penerbangan Wings Air tujuan Bima dan Mamuju juga ditunda hingga pukul 16.40 WITA.
PGS Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, membenarkan insiden yang melibatkan pesawat TNI tersebut. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 11.25 WITA di Runway 03-21 yang membentang dari arah utara ke selatan.
"Personel bandara segera menuju ke lokasi untuk melakukan penanganan dan saat ini masih dilakukan penanganan di lapangan," ujar Taufan.
Landasan pacu yang ditutup merupakan salah satu dari dua runway yang dimiliki bandara. Selama proses evakuasi berlangsung, seluruh pergerakan pesawat dialihkan menggunakan Runway 13-31 yang membentang dari arah timur ke barat.
Selain penundaan, FIDS mencatat tiga penerbangan tujuan Batulicin berstatus Unscheduled. Ketiganya yakni N977JH yang dijadwalkan pukul 15.30 WITA, T7DG4 pukul 16.05 WITA, dan T7977 pukul 17.05 WITA.
Meski salah satu landasan ditutup, Taufan memastikan kegiatan operasional bandara tetap berlangsung normal. "Saat ini operasional bandara dan penerbangan tetap berjalan dengan normal. Operasional penerbangan menggunakan landasan pacu timur-barat atau Runway 13-31," katanya.
Terkait sejumlah penerbangan yang mengalami keterlambatan, Taufan mengatakan perubahan jadwal tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan insiden pesawat TNI. Ia menegaskan bandara masih memiliki satu runway cadangan yang beroperasi penuh.
"Delay itu belum tentu karena kejadian itu. Runway ada dua, yang satu tetap beroperasi," ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari TNI AU mengenai penyebab pesawat keluar dari landasan pacu. Proses evakuasi dan penanganan teknis di lokasi masih berlangsung.