DI YOGYAKARTA — Timnas Indonesia masih bermain imbang 0-0 melawan Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Karno. Sejumlah peluang tercipta dari kedua tim, termasuk tembakan Calvin Verdonk dan sundulan Justin Hubner yang belum menemui sasaran.
Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand berlangsung sengit sejak menit awal. Wasit Akhrol Riskullaev meniup peluit kick-off, dan Indonesia langsung menguasai bola lebih dulu. Hingga menit ke-32, skor masih bertahan 0-0.
Thailand menerapkan pola permainan sabar dengan menerima serangan Indonesia sebelum bergerak cepat saat merebut bola. Formula itu beberapa kali menghasilkan peluang, termasuk melalui Suphanan Bureerat pada menit ke-27.
Transisi yang kurang mulus dari Indonesia setelah menyerang membuat Chanathip Songkrasin dan rekan-rekannya mendapat ruang. Sepakan Teerasak Poeiphimai masih bisa ditangkap Emil Audero, sementara tembakan voli Chanathip melambung.
Indonesia mendapat peluang melalui bola mati setelah Thom Haye dijatuhkan Supachai Chaided pada menit ke-15. Tembakan bebas berada di luar kotak penalti, tetapi sepakan Thom masih mengenai pagar betis Thailand.
Upaya berikutnya lewat sepakan bebas Thom Haye menghasilkan tendangan sudut. Sepakan Calvin Verdonk bisa dibuang kiper Saranon Anuin. Mitchel Baker juga melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang menyusur tanah dan diamankan Saranon.
Justin Hubner mendapat kartu kuning setelah menekel Teerasak Poeiphimai. Thailand sedang berusaha melakukan serangan balik cepat, dan pelanggaran itu menjadi alarm bagi Timnas Indonesia.
Di sisi lain, Emil Audero tampil cekatan. Sepakan Teerasak Poeiphimai ditangkapnya, dan sepak pojok Thailand yang mengarah ke kotak kecil berhasil dipetiknya di udara. Tusukan Chanathip Songkrasin juga dihentikan Joey Pelupessy lewat tekel bersih.
Sebuah kombinasi apik dari pemain-pemain Indonesia membuat Kevin Diks bisa masuk ke kotak penalti tanpa pengawalan. Namun final pass pemain Borussia Monchengladbach itu masih bisa diblok.
Ole Romeny gagal memaksimalkan umpan dari sisi kanan, sementara sundulan Justin Hubner memanfaatkan tendangan bebas Calvin Verdonk masih melebar. Calvin Verdonk juga mencoba memaksimalkan bola liar yang dikirim Luke Vickery, tetapi si kulit bulat tidak menuju ke gawang.
Pelatih John Herdman dan Anthony Hudson menampilkan pemain terbaik sebagai starter. Indonesia menurunkan Emil Audero; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner; Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Joey Pelupessy, Thom Haye; Ole Romeny, Mitchell Baker, Luke Vickery.
Thailand memulai dengan Saranon Anuin; Suphanan Bureerat, Nattapong Sayriya, Kritsada Kaman, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson; Sarach Yooyen, Kakan Khamyok, Chanathip Songkrasin; Supachai Chaided, Teerasak Poeiphimai.
Indonesia melangkah ke final setelah menjadi juara Grup A dengan tujuh poin, unggul produktivitas dari Malaysia. Tim Merah Putih mencetak 11 gol dan kebobolan dua kali. Thailand menempati peringkat pertama Grup B dengan enam poin, unggul head to head dan selisih gol atas Vietnam.
Acara pembukaan final berlangsung meriah dengan penampilan dua penyanyi, Prince Poettiray dan Anggun, serta pesta kembang api. Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir turun ke lapangan membawa trofi FIFA ASEAN Cup.
Lagu Phleng Chat Thai dan Indonesia Raya berkumandang di SUGBK sebelum kick-off. Pemain dari kedua kesebelasan sudah berjabat tangan, menandai laga final yang menentukan gelar juara.