JOGJA — Karnaval Pelajar Kemantren Mantrijeron melibatkan lebih dari 2.000 peserta dari 40 sekolah, mulai jenjang TK sampai SMA. Rute dimulai dari Lapangan Minggiran menuju Jalan D.I. Panjaitan, Suryodiningratan, hingga Jalan Bantul sejauh 2,5 kilometer untuk jenjang SD-SMA. Peserta TK menempuh rute lebih pendek, yakni 500 meter.
Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama, menyebut karnaval tahun ini mengusung tema otentik dan konkret. Sekolah-sekolah didorong memanfaatkan kegiatan sebagai sarana sosialisasi budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Yogyakarta.
"Kami mendorong sekolah-sekolah ini untuk menjadikan wadah sosialisasi budaya cinta budaya Yogyakarta. Dan ini juga sebagai motivasi anak-anak untuk lebih kreatif lagi, lebih rajin dalam belajar sehingga dari Mantrijeron nanti bisa lahir anak-anak yang berkarakter dan cerdas," ujar Narotama.
Peserta mengikuti lomba kreativitas berdasarkan empat kategori jenjang pendidikan. Penilaian dibagi per jenjang untuk menambah semangat pelajar dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
"Ada lebih dari 2.000 anak dari 40 sekolah, mulai dari jenjang TK sampai SMA. Rutenya mulai dari Lapangan Minggiran menuju Jalan D.I. Panjaitan, Suryodiningratan, hingga Jalan Bantul sejauh 2,5 kilometer untuk jenjang SD-SMA, sedangkan jenjang TK menempuh rute 500 meter," papar Narotama.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, mengapresiasi pelaksanaan karnaval yang melibatkan seluruh jenjang pendidikan di wilayah Kemantren Mantrijeron. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jogja sebagai kota pendidikan dan budaya.
"Ini upaya melestarikan budaya, kemudian juga Jogja sebagai kota pendidikan kita wujudkan bahwa kita ada dan eksis," kata Wawan.
Wawan menilai kreativitas yang ditampilkan peserta menunjukkan antusiasme pelajar dalam berkesenian. Karnaval juga dinilai dapat melatih kebersamaan sekaligus mengembangkan daya cipta anak muda.
"Ini kan pelatihan juga buat mereka dalam kebersamaan, latihan mengapresiasikan inovasi dalam seni. Kita pengin Jogja budaya, seni, dan pendidikan itu dikemas menjadi satu hal yang enak dilihat dan menjadi kebanggaan anak-anak muda," jelasnya.
Pelibatan peserta dari TK hingga SMA membuat Karnaval Pelajar Mantrijeron menjadi lebih dari sekadar rangkaian HUT ke-270 Kota Jogja. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk berkreasi, membangun kebersamaan, serta mengenal dan mencintai budaya Yogyakarta sejak dini.
Karnaval berlangsung di Lapangan Minggiran dan melintasi sejumlah ruas jalan utama di kawasan Mantrijeron. Warga menyaksikan langsung arak-arakan pelajar yang membawa beragam kreasi seni dan kostum budaya.