667 Lulusan FIKes UNISA Yogyakarta Diambil Sumpah Profesi, Dina Alfiana Raih Predikat Terbaik Nasional UKOMNAS Keperawatan

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:31:31 WIB
Upacara sumpah profesi 667 lulusan FIKes UNISA Yogyakarta berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan.

YOGYAKARTA — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi melepas 667 lulusan tenaga kesehatan profesional melalui upacara sumpah profesi. Prosesi berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. Rinciannya, 135 lulusan Profesi Ners, 120 lulusan Profesi Bidan, 46 lulusan Profesi Fisioterapis, 136 lulusan D4 Teknologi Laboratorium Medis, 146 lulusan D4 Keperawatan Anestesiologi, dan 84 lulusan D3 Radiologi.

Predikat Peserta Terbaik Nasional UKOMNAS Keperawatan Periode 2 Tahun 2026 jatuh kepada Dina Alfiana, S.Kep., Ns. Penghargaan dari Tim Ad Hoc UKOMNAS itu diberikan atas nilai UKOM murni terbaik yang diraih peserta.

Dikutip dari laman UKOMNAS Keperawatan, pemberian apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan atas nilai UKOM murni terbaik yang diraih peserta, sekaligus pengakuan atas kerja keras, ketekunan, dan komitmen mahasiswa.

Dina Alfiana: Mahasiswa RPL yang Membagi Waktu Kuliah, Kerja, dan Keluarga

Status Dina sebagai mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) membuat capaiannya terasa berbeda. Ia harus membagi fokus antara perkuliahan, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga.

Saat mengetahui dirinya meraih predikat terbaik nasional, Dina mengaku kaget, terharu, dan bersyukur. Perjalanan hingga tahap ini menuntut perjuangan ekstra dalam mengatur waktu.

Bagi Dina, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia menyebutnya sebagai buah dari dukungan dan pengertian keluarga yang rela mengorbankan waktu kebersamaan.

Soal strategi belajar, Dina mengutamakan konsistensi dan pemanfaatan waktu yang efektif dibanding membebankan target berlebihan. Ia lebih banyak berlatih soal UKOM dengan memahami konsep dasar serta mengaitkan materi keilmuan dengan pengalaman nyata saat bertugas di lapangan.

Ia juga menyampaikan pesan kepada adik tingkat dan calon peserta UKOMNAS lainnya. Menurutnya, kondisi kuliah sambil bekerja atau mengurus keluarga bukanlah penghalang untuk berprestasi.

89,06 Persen Lulusan Raih Predikat Cumlaude, Rata-rata IPK 3,86

Dekan FIKes UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., memaparkan capaian akademik para lulusan dalam laporan pendidikan dan sambutannya. Sebanyak 594 lulusan atau 89,06 persen berhasil meraih predikat Pujian (Cumlaude) dengan rata-rata IPK keseluruhan mencapai 3,86.

Angka kelulusan rata-rata UKOMNAS FIKes UNISA Yogyakarta menyentuh 97,03 persen. Dua program studi bahkan mencatat kelulusan sempurna 100 persen, yakni Profesi Fisioterapi dan D3 Radiologi.

Dewi menyampaikan selamat dan apresiasi khusus kepada Dina Alfiana atas prestasinya sebagai Peserta Terbaik Nasional. Ia menyebut prestasi tersebut sebagai buah dari kerja keras mahasiswa, dosen, pembimbing klinik, serta doa dari para orang tua.

Ia juga mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan adalah janji di hadapan Allah SWT dan masyarakat. Dunia kerja nyata tidak mengenal remedial untuk keselamatan nyawa manusia, sehingga para lulusan diharapkan menjaga integritas, empati, dan etika profesional di tempat pengabdian masing-masing.

Wakil Rektor III Tekankan Karakter Profesional Islami Berkemajuan

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, M.Sc., menekankan pentingnya pembentukan karakter Profesional Islami bagi para lulusan tenaga kesehatan. Menurutnya, momen sumpah profesi merupakan tahap baru bagi para lulusan sebagai tenaga profesional.

UNISA Yogyakarta tidak hanya membekali keahlian teknis, melainkan juga membentuk karakter pembelajar, pengamal soleh, dan pejuang. Seorang profesional sejati dituntut memiliki keterpaduan antara nilai, karakter, kompetensi, dan adab agar profesinya menjadi ruang untuk menghadirkan kemaslahatan.

Mufdlilah berpesan tiga hal utama kepada para lulusan. Pertama, senantiasa menjaga sumpah profesi sebagai pedoman dalam setiap tindakan. Kedua, menjaga integritas dengan mengutamakan kejujuran dan keselamatan pasien.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: suaramuhammadiyah.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top