YOGYAKARTA — Penetapan 7 Oktober sebagai Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta bukan tanpa dasar. Tanggal itu merujuk pada peristiwa boyong Sultan Hamengku Buwono I bersama keluarganya dari Pesanggrahan Ambarketawang menuju keraton baru di Yogyakarta pada 7 Oktober 1756.
Perpindahan tersebut menjadi titik awal berdirinya pusat pemerintahan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota. Sejak itu, Jogja tumbuh menjadi kota yang memadukan warisan sejarah, tradisi budaya, dan kehidupan modern warganya.
Perayaan HUT Kota Jogja setiap tahunnya diisi beragam agenda yang melibatkan warga maupun wisatawan. Wayang Jogja Night Carnival menjadi salah satu acara paling dinanti dan telah digelar rutin sejak 2016.
Selain karnaval wayang, festival kuliner dan berbagai kegiatan seni budaya turut menyemarakkan rangkaian peringatan. Agenda-agenda tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk menampilkan karya mereka.
Membagikan ucapan selamat di media sosial menjadi salah satu cara warga ikut merayakan hari jadi kota. Sejumlah ide ucapan berikut bisa menjadi referensi, mulai dari doa untuk kedamaian hingga harapan atas kemajuan kota.
Sejumlah ucapan lain menekankan pentingnya menjaga keramahan dan kelestarian budaya Jogja di tengah arus pembangunan. Harapan akan kota yang aman, nyaman, bersih, dan hijau juga menjadi tema yang banyak muncul.
Sejumlah warga menyebut momen hari jadi kota sebagai pengingat panjangnya perjalanan Jogja. Harapan agar warisan sejarah tetap terpelihara, inovasi terus berkembang, dan generasi mendatang mewarisi kota yang lebih baik menjadi pesan yang berulang muncul dalam ucapan-ucapan tersebut.
Rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Jogja diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini menjadi kesempatan bagi warga untuk merefleksikan arah pembangunan kota sekaligus merawat nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas Jogja.