Erick Thohir Apresiasi 5 Emas Asian Games, Siapkan Pelatnas Jangka Panjang

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:07:01 WIB
Menpora Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas lima medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dalam keterangan kepada awak media di Jakarta Utara, Selasa (6/10/2026).

DI YOGYAKARTA — Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali emas, melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Menpora Erick Thohir menilai capaian itu istimewa karena seluruh emas datang dari cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

Paragraf pembuka: Lima emas tersebut disumbangkan bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Erick menyampaikan apresiasinya kepada awak media di Jakarta Utara, Selasa (6/10/2026), seraya menegaskan persiapan menuju ajang berikutnya harus segera dimulai.

Lima Emas dari Cabor Olimpiade

Dua emas bulu tangkis diraih melalui nomor beregu putra serta ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Rahmat Erwin Abdullah menyumbang emas dari angkat besi kelas 75kg putra.

Dua emas lainnya datang dari Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed putri panjat tebing dan Nurisa Dian Ashrifah dari panahan nomor compound. Menurut Erick, komposisi ini menjadi modal penting karena cabang-cabang tersebut juga dipertandingkan di Olimpiade.

Pelatnas Jangka Panjang Mulai Disiapkan

Pemerintah akan memulai program persiapan untuk SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Langkah itu menjadi bagian dari rencana Pelatnas jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Nah, ini yang kita minggu depan, saya sudah minta mulai refocusing buat Pelatnas SEA Games 2027 dan Olimpiade. Kita mulai sekarang. Karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kami mau ada Pelatnas jangka panjang, jadi kita sudah mulai lagi," tutur Erick.

Reward dan Punishment Berbasis Target

Cabang olahraga yang tidak memenuhi target akan menjalani evaluasi. Pemerintah menyiapkan mekanisme rewards dan punishment berdasarkan target yang telah ditetapkan, sejalan dengan anggaran yang kini disusun spesifik mengikuti sasaran masing-masing cabor.

"Sama, ada rewards dan punishment. Karena sekarang semua anggaran itu spesifik sesuai dengan targetnya seperti apa," kata Erick.

Erick menyinggung cabang olahraga padel yang sebelumnya menjalankan pembiayaan secara mandiri. Kebijakan serupa bisa diterapkan kepada pihak yang tidak menepati komitmen target.

"Padel kemarin mandiri. Jadi ya kalau memang yang janji (target) ya kita janjikan juga mandiri," katanya.

Ditanya apakah cabor yang gagal memenuhi target langsung diminta mandiri, Erick tidak menjawab gamblang. Dia menegaskan masih ada kesempatan bagi cabor untuk memperbaiki pencapaiannya.

"Ya enggak, yang berjanji, tidak menepatinya, kita juga menjanjikan untuk mandiri. Itu punishment-nya? Ya enggak seperti itu, kita beri kesempatan," ujar dia.

Penutup: Bagi kontingen Indonesia, lima emas di Aichi-Nagoya menjadi pijakan menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Arah kebijakan Erick kini jelas: anggaran mengikuti target, dan cabor yang gagal menepati janji harus siap berjalan mandiri.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top