Pemkab Sleman Kerahkan 6 Tim Bersihkan Drainase dan Sungai Jelang Musim Hujan November

Penulis: Dedi Supriadi  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:50:32 WIB
Petugas DPUPKP Sleman membersihkan sedimen dan sampah di saluran drainase sebagai persiapan menghadapi musim hujan.

Pemkab Sleman mengintensifkan pembersihan drainase, irigasi, dan aliran sungai untuk mencegah genangan dan banjir menjelang musim hujan yang diprediksi mulai November mendatang. Bupati Harda Kiswaya menginstruksikan DPUPKP memastikan seluruh saluran air lancar, dengan fokus di Sleman utara, Kecamatan Depok, dan bantaran sungai besar. Langkah ini juga menyasar pengelolaan sampah hulu lewat optimalisasi fasilitas pengolahan di Minggir, Turi, dan Kalasan.

SLEMAN — Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mengerahkan tiga tim drainase dan tiga tim irigasi yang terbagi di wilayah barat, tengah, dan timur. Setiap tim bekerja harian membersihkan sedimen dan tumpukan sampah sesuai target yang ditetapkan.

Kepala DPUPKP Sleman Sukarmin menyatakan koordinasi lapangan diperkuat melalui unit pelaksana teknis di tiap wilayah. Pemantauan ketat diprioritaskan pada kawasan padat penduduk seperti Depok, Melati, dan Ngaglik.

Wilayah Mana Saja yang Jadi Prioritas?

Pemkab Sleman memfokuskan mitigasi pada kawasan rawan genangan, terutama Sleman utara, Kecamatan Depok, dan area di sepanjang bantaran sungai besar. Kawasan padat penduduk di Depok, Melati, dan Ngaglik mendapat pemantauan lebih ketat karena risiko luapan air lebih tinggi.

Catatan DPUPKP menunjukkan luapan air di Sleman mayoritas berupa genangan singkat yang surut dalam waktu kurang dari 30 menit. Kondisi itu menjadi dasar penentuan titik prioritas pengerukan dan pembersihan saluran.

Bupati Minta Warga Laporkan Saluran Tersumbat

Bupati Sleman Harda Kiswaya menginstruksikan DPUPKP memastikan kelancaran seluruh saluran air. Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan masyarakat aktif menginformasikan titik-titik saluran yang tersumbat.

"Fasilitas drainase dan sungai harus dibersihkan supaya aliran air lancar, sehingga banjir bisa dicegah atau paling tidak dikurangi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat," kata Harda.

Pengelolaan sampah di tingkat hulu menjadi perhatian utama Pemkab Sleman. Fasilitas pengolahan sampah di Minggir, Turi, dan Kalasan terus dioptimalkan sambil mengedukasi warga agar tidak membuang sampah ke saluran air.

"Kami mengingatkan, kita semua harus hati-hati menghadapi musim hujan yang akan datang, sehingga infrastruktur berkaitan aliran air hujan kami persiapkan dengan baik mengantisipasi adanya air banjir atau menggenang," ujarnya.

Kapan Musim Hujan Mulai di Sleman?

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut awal musim penghujan di wilayah Sleman utara mulai pada Dasarian III November. Wilayah Sleman tengah ke selatan diperkirakan memasuki musim hujan pada Dasarian I Desember 2026.

"Setiap hari tim bekerja sesuai target untuk membersihkan sedimen dan tumpukan sampah. Koordinasi lapangan juga diperkuat melalui UPT di setiap wilayah," kata Sukarmin.

Pemkab Sleman memanfaatkan jeda waktu sebelum musim hujan untuk merampungkan pengerukan dan pembersihan saluran air di seluruh titik rawan. Pekerjaan itu ditargetkan tuntas sebelum curah hujan meningkat pada November hingga Desember.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top