JOGJA — Perjalanan dari Stasiun Yogyakarta (Tugu) menuju Kutoarjo dilayani pada 06.40 WIB, 11.50 WIB, 15.15 WIB, 16.20 WIB, dan 18.05 WIB. Sementara dari Stasiun Kutoarjo menuju Yogyakarta, KA Prameks berangkat pada 05.10 WIB, 09.05 WIB, 13.19 WIB, 16.50 WIB, dan 18.45 WIB.
Rentang jadwal itu memberi ruang bagi penumpang yang berangkat pagi untuk urusan pekerjaan maupun yang pulang malam setelah aktivitas seharian. Total 10 perjalanan dua arah membuat koridor ini tetap terlayani sepanjang hari.
Jadwal Keberangkatan dari Stasiun Yogyakarta (Tugu)
- 06.40 WIB
- 11.50 WIB
- 15.15 WIB
- 16.20 WIB
- 18.05 WIB
Jadwal Keberangkatan dari Stasiun Kutoarjo
- 05.10 WIB
- 09.05 WIB
- 13.19 WIB
- 16.50 WIB
- 18.45 WIB
KA Prameks melayani perjalanan langsung di koridor Jogja-Kutoarjo, sehingga penumpang tidak perlu berganti kereta di tengah jalan. Layanan ini juga menjadi alternatif bagi warga yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas di jalur darat.
Siapa Saja Pengguna KA Prameks
Pengguna KA Prameks datang dari beragam kalangan. Pekerja dan mahasiswa mendominasi perjalanan harian, disusul pelaku usaha serta masyarakat yang membutuhkan transportasi rutin.
Tarif yang terjangkau dan jadwal keberangkatan yang teratur membuat kereta komuter ini tetap jadi pilihan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Penumpang bisa menyesuaikan waktu berangkat dengan kebutuhan masing-masing tanpa harus terikat satu jadwal saja.
Sejarah KA Prameks, Berawal dari KA Kuda Putih
Kereta Api Prambanan Express atau Prameks memiliki sejarah panjang sebagai moda transportasi suburban yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Cikal bakalnya bermula pada 20 Mei 1994 melalui peluncuran KA Kuda Putih (MHD300).
Kereta itu merupakan layanan kereta rel diesel (KRD) pertama di Indonesia yang melayani rute Yogyakarta-Solo Balapan. Seiring meningkatnya minat masyarakat dan kebutuhan armada yang lebih modern, PT Kereta Api Indonesia meluncurkan nama Prambanan Express pada 1999 dengan armada KRD kuning eks-KRL Utama.
Memasuki kurun 2000-an hingga 2010-an, operasional Prameks mengalami perluasan rute. Jangkauan perjalanan diperpanjang hingga Kutoarjo di sisi barat serta Palur dan Madiun di sisi timur.
Perkembangan itu menjadikan Prameks salah satu penopang mobilitas harian para penglaju atau commuter. Penggunanya mencakup pekerja, mahasiswa, hingga wisatawan yang beraktivitas di koridor Solo-Jogja-Kutoarjo dengan tarif yang terjangkau.