Pencarian

Dawood Tea Time Buka Kedai Teh di Tengah Perkebunan Sleman, Targetkan Pengunjung yang Lelah dengan Suasana Kota

Kamis, 30 Juli 2026 • 19:25:01 WIB
Dawood Tea Time Buka Kedai Teh di Tengah Perkebunan Sleman, Targetkan Pengunjung yang Lelah dengan Suasana Kota
Dawood Tea Time resmi beroperasi di kawasan perkebunan Sleman sejak sepekan terakhir.

SLEMAN — Di tengah menjamurnya kedai kopi di Yogyakarta, Dawood Tea Time hadir dengan konsep berbeda. Kedai yang berlokasi di Jalan Raya Ngebo, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, ini mengusung tema menikmati teh di tengah area perkebunan yang asri.

Pemilik Dawood Tea Time, Darmawan, mengatakan kedainya baru buka satu minggu lalu. Ia memilih fokus pada teh karena menilai minuman ini lebih ramah bagi semua kalangan dibandingkan kopi.

Alasan Pilih Teh Dibanding Kopi

“Teh itu kan lebih soft, ibaratnya nggak ada efek. Tapi kopi kalau nggak kuat jantung bisa berdebar, susah tidur, atau kalau misal asamnya tinggi bisa kena maag, tapi kalau teh nggak ada,” jelas Darmawan, Selasa (28/7/2026).

Darmawan menambahkan bahwa resep minuman yang ia sajikan merupakan hasil pengembangan dari berbagai tempat yang pernah ia kunjungi. “Resepnya saya dapat dari tempat-tempat yang menurut saya enak kemudian saya coba upgrade supaya dia lebih enak,” ungkapnya.

Menu dan Target Pengunjung: Orang Kota yang Lelah dengan Gedung

Dawood Tea Time menyediakan beragam pilihan teh, seperti teh krampul, teh tarik malaka, teh ceylon, dan teh rempah untuk kesehatan ginjal. Bagi pengunjung yang tidak menyukai teh, kedai ini juga menyediakan beberapa menu kopi dan minuman lain. Makanan pendamping yang tersedia antara lain pempek, vege salad, hingga camilan seperti crackers kismis dan edamame.

Darmawan menyebut harga yang ditawarkan cukup terjangkau. “Saya lebih friendly, nggak bikin kapok, supaya semua orang bisa menikmati,” katanya.

Target utama kedai ini adalah warga kota yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. “Saya sebetulnya jualan buat orang kota yang lelah lihat bangunan keras yang kurang friendly buat mata. Kalau di sini lihat tanaman rasanya jadi kaya slow living, anginnya juga silir yang bikin duduk di sini tuh betah,” ujar Darmawan.

Follow www.jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks