Pencarian

Pemkab Sleman Lantik 34 Pengurus KOPI TB, Target Eliminasi Tuberkulosis Tercapai pada 2030

Kamis, 06 Agustus 2026 • 21:27:01 WIB
Pemkab Sleman Lantik 34 Pengurus KOPI TB, Target Eliminasi Tuberkulosis Tercapai pada 2030
pengurus KOPI TB Kabupaten Sleman dilantik untuk mempercepat koordinasi lintas sektor dalam penanganan tuberkulosis.

SLEMAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memperkuat strategi penanganan tuberkulosis dengan membentuk kepengurusan baru KOPI TB tingkat kabupaten. Sebanyak 34 pengurus dilantik secara resmi dan dipercaya dipimpin oleh dr. Bheti Yuliana Fitrianingsih, Sp.P.

Pelantikan ini dinilai krusial untuk mempercepat koordinasi lintas sektor, mengingat penanganan TB tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyebut kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menekan angka penularan.

Target Eliminasi TB 2030 dan Capaian Sleman di Sektor Kesehatan

"Komitmen yang kami bangun melalui pelantikan KOPI TB ini adalah untuk melakukan eliminasi Tuberkulosis pada 2030, serta mengeliminasi ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria)," kata Cahya Purnama.

Kabupaten Sleman sebenarnya memiliki rekam jejak yang baik dalam pengendalian penyakit menular. Daerah ini tercatat telah berhasil mencapai eliminasi malaria sejak 2014, jauh lebih awal dari target Provinsi DIY yang baru ditetapkan pada 2025.

Meski begitu, sejumlah tantangan kesehatan masih membayangi. Cahya menyebut TB dan penyakit berbasis lingkungan seperti leptospirosis, yang berkaitan dengan pengelolaan sampah serta vektor tikus, masih memerlukan penanganan intensif di lapangan.

Stigma Masih Jadi Penghambat: Penderita TB Butuh Dukungan, Bukan Dikucilkan

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada medis, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat. Ia menyoroti stigma negatif yang masih melekat pada penderita TB sebagai salah satu hambatan terbesar.

"Penderita TB tidak boleh dikucilkan melainkan harus didukung agar memiliki semangat untuk sembuh, pengentasan TB ini bukan hal yang mudah," ujarnya.

Menurut Bupati, edukasi masif menjadi kunci untuk mengikis stigma tersebut. Masyarakat perlu memahami bahwa TB dapat disembuhkan selama penderita mendapatkan pendampingan dan pengobatan yang tepat.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Motor Penggerak Penanganan TB

Harda menekankan pentingnya kerja sama yang melibatkan tenaga medis, organisasi profesi kesehatan, pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat umum. Menurutnya, derajat kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

"Keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyakit hanya dapat dicapai melalui kerja sama, gotong royong, dan komitmen bersama," tegasnya.

Ia berharap tim KOPI TB yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak kolaborasi dan inovasi di tengah masyarakat. Dengan begitu, setiap penderita TB di Sleman mendapatkan pendampingan yang tepat, dan target eliminasi TB pada 2030 dapat tercapai sesuai rencana.

Follow www.jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks