YOGYAKARTA — Puluhan siswa kelas 4 SD INTIS School Yogyakarta mendapat pengalaman belajar langsung di luar kelas, Rabu (29/7). Mereka diajak ke SPKLU Center PLN UID Yogyakarta untuk mengenal dunia kelistrikan, mulai dari cara aman menggunakan listrik hingga teknologi kendaraan listrik.
Asisten Manager K3L dan Kam PLN UID Yogyakarta, Ahmad Masruri, menjelaskan bahwa materi yang diberikan bersifat fundamental. Anak-anak diajarkan untuk tidak menggunakan peralatan listrik tanpa pengawasan orang tua, berhati-hati saat memegang perangkat elektronik, dan larangan bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.
"Kami mengajak anak-anak memahami bahwa listrik sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tetap harus digunakan dengan benar," ujar Masruri dalam keterangan resmi yang diterima di Yogyakarta.
Sesi edukasi berlangsung interaktif. Para siswa aktif bertanya mengenai cara kerja listrik, fungsi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Rasa ingin tahu yang tinggi ini menunjukkan generasi muda mulai tertarik pada teknologi energi bersih.
Wali Kelas 4 SD INTIS School Yogyakarta, Asti, mengapresiasi kesempatan belajar langsung di lingkungan kerja PLN. Ia berharap ilmu yang diperoleh bisa diterapkan siswa di rumah maupun sekolah.
"Anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapan kami, ilmu yang mereka peroleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Asti.
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan edukasi ini merupakan langkah strategis membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan dari hulu, yaitu keluarga dan sekolah. Menurutnya, anak-anak yang paham soal keselamatan listrik bisa menjadi penyampai pesan yang efektif kepada orang tua, saudara, dan teman-temannya.
"PLN selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal dunia ketenagalistrikan. Kantor PLN bukan hanya menjadi tempat pelayanan pelanggan, tetapi juga ruang edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat," tutur Deri.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama di depan SPKLU Center. PLN menargetkan kegiatan serupa bisa terus digelar untuk memperluas pemahaman publik, terutama anak-anak, tentang transisi energi dan keselamatan listrik.