YOGYAKARTA — Toadore Festival Vol. III akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Amphitheater Teras Beskalan, Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Festival yang digagas mahasiswa asal Tidore ini mengusung tema 'Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya'.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai konsep creative trip memberi nilai tambah ekonomi karena mendorong orang datang untuk belajar, memahami, dan mencintai daerah tersebut. "Creative trip itu memberikan nilai tambah karena membuat orang datang untuk belajar, memahami, dan mencintai daerah tersebut," kata Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis.
Irene menjelaskan konsep ini dapat diterapkan pada festival yang mengangkat kebudayaan setempat. Pelibatan masyarakat lokal menjadi kunci dalam strategi promosi budaya sekaligus akselerasi ekonomi kreatif.
Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa asal Tidore di Yogyakarta yang menjadi panitia Toadore Festival Vol. III. Festival ini dinilai menjadi perpanjangan tangan untuk memperkenalkan potensi kreatif dari daerahnya ke khalayak yang lebih luas.
Festival ini akan menghadirkan beragam kegiatan yang dirancang sebagai ruang interaksi dan perluasan pasar produk ekonomi kreatif daerah. Sektor yang diangkat mencakup kuliner, kriya, hingga fesyen.
Steering Committee Bidang Creative Program Festival Toadore Yogyakarta, Fando, menjelaskan festival ini rutin diselenggarakan sejak 2023. Pemilihan Yogyakarta didasarkan pada posisinya sebagai ruang simpul budaya yang mempertemukan keberagaman masyarakat dari seluruh Nusantara.
"Nama acaranya diambil dari bahasa lama Tidore, yaitu Tuadore, yang berarti 'aku telah sampai'. Melalui tema Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya, kami ingin menghadirkan budaya Tidore sebagai bagian dari keberagaman Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas," kata Fando.
Melalui konsep creative trip, pemerintah mendorong festival berbasis budaya menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal. Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisata dan memperluas pemasaran produk UMKM daerah.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Tidore, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif daerah. Nilai tambah yang diciptakan diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.