Wamenekraf Irene Umar Dorong Creative Trip di Yogyakarta, Toadore Festival Vol. III Siap Gelar Pasar UMKM Nusantara

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:51:01 WIB
Wamenekraf Irene Umar mendorong konsep creative trip dalam Toadore Festival Vol. III di Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Toadore Festival Vol. III akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Amphitheater Teras Beskalan, Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Festival yang digagas mahasiswa asal Tidore ini mengusung tema 'Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya'.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai konsep creative trip memberi nilai tambah ekonomi karena mendorong orang datang untuk belajar, memahami, dan mencintai daerah tersebut. "Creative trip itu memberikan nilai tambah karena membuat orang datang untuk belajar, memahami, dan mencintai daerah tersebut," kata Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis.

Creative Trip Jadi Strategi Baru Perkuat Ekraf Daerah

Irene menjelaskan konsep ini dapat diterapkan pada festival yang mengangkat kebudayaan setempat. Pelibatan masyarakat lokal menjadi kunci dalam strategi promosi budaya sekaligus akselerasi ekonomi kreatif.

Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa asal Tidore di Yogyakarta yang menjadi panitia Toadore Festival Vol. III. Festival ini dinilai menjadi perpanjangan tangan untuk memperkenalkan potensi kreatif dari daerahnya ke khalayak yang lebih luas.

Rangkaian Acara: Dari Seminar hingga Pasar UMKM Nusantara

Festival ini akan menghadirkan beragam kegiatan yang dirancang sebagai ruang interaksi dan perluasan pasar produk ekonomi kreatif daerah. Sektor yang diangkat mencakup kuliner, kriya, hingga fesyen.

  • Seminar Nasional Ekonomi Kreatif bertajuk Kalesang Kota
  • Panggung Seni Nusantara
  • Talkshow Gosip Kreatif
  • Pasar Panen UMKM Nusantara

Mengapa Yogyakarta Dipilih Sebagai Tuan Rumah?

Steering Committee Bidang Creative Program Festival Toadore Yogyakarta, Fando, menjelaskan festival ini rutin diselenggarakan sejak 2023. Pemilihan Yogyakarta didasarkan pada posisinya sebagai ruang simpul budaya yang mempertemukan keberagaman masyarakat dari seluruh Nusantara.

"Nama acaranya diambil dari bahasa lama Tidore, yaitu Tuadore, yang berarti 'aku telah sampai'. Melalui tema Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya, kami ingin menghadirkan budaya Tidore sebagai bagian dari keberagaman Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas," kata Fando.

Target: Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM Daerah

Melalui konsep creative trip, pemerintah mendorong festival berbasis budaya menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal. Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisata dan memperluas pemasaran produk UMKM daerah.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Tidore, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif daerah. Nilai tambah yang diciptakan diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top