Satpol PP Gunungkidul Siagakan 99 Personel SRI di 7 Kapanewon untuk Amankan Wisatawan Pantai, 22 Kecelakaan Laut Ditangani

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 16:54:31 WIB
Satpol PP Gunungkidul menyiagakan 99 personel Satlinmas Rescue Istimewa di tujuh kapanewon pesisir untuk mengamankan wisatawan pantai.

GUNUNGKIDUL — Sebanyak 99 personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) kini disiagakan di tujuh kapanewon pesisir Gunungkidul. Mereka dibagi dalam dua wilayah operasi dengan fokus utama memberikan pertolongan pertama dan evakuasi cepat bagi wisatawan yang mengalami kendala atau menjadi korban kecelakaan laut.

Kepala Satpol PP Gunungkidul, Arisandi Purba, mengungkapkan pembagian wilayah operasi tersebut mencakup kawasan pantai di Kapanewon Girisubo dan Purwosari untuk Wilayah Operasi I. Adapun Wilayah Operasi II meliputi pantai di Kapanewon Tanjungsari, Tepus, dan Saptosari.

22 Kecelakaan Laut dan 79 Korban Sengatan Ubur-ubur Selama Semester Pertama

Data Satpol PP mencatat, selama semester pertama 2026, personel SRI telah menangani total 22 kecelakaan laut di kedua wilayah operasi. Rinciannya, lima kejadian terjadi di Wilayah Operasi I dan 17 kejadian di Wilayah Operasi II.

Selain kecelakaan, sengatan ubur-ubur juga menjadi ancaman serius bagi pengunjung pantai. Tercatat 11 korban sengatan ubur-ubur di Wilayah Operasi I dan 68 korban di Wilayah Operasi II pada periode yang sama.

Layanan SRI tidak hanya terbatas pada penyelamatan di laut. Personel juga mengoperasikan ambulans sosial untuk melayani masyarakat sekitar serta memberikan pertolongan medis awal kepada wisatawan yang membutuhkan.

Modernisasi Alat dan Pelatihan Penyelaman untuk 40 Personel pada 2027

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan kapasitas personel penyelamat. Arisandi menyebutkan, pelatihan vertical rescue dan penyelaman bagi 40 anggota SRI direncanakan berlangsung di Jawa Barat pada 2027.

"Pemerintah telah merencanakan pelatihan vertical rescue dan selam bagi 40 personel yang akan dilaksanakan di Jawa Barat pada tahun 2027," ujarnya di Gunungkidul, Kamis.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya dukungan peralatan modern, seperti jet ski, untuk mempercepat proses penyelamatan. Ia menilai keahlian personel merupakan aset utama dalam pembangunan daerah.

"Keahlian saudara-saudara adalah aset tak ternilai, bentuk investment of human skill yang mutlak diperlukan dalam pembangunan kabupaten kita," kata Endah.

Sinergi dengan RSUD dan Puskesmas untuk Penanganan Medis

Endah juga menginstruksikan personel SRI untuk memperoleh pelatihan penanganan medis awal. Langkah ini dinilai krusial agar pertolongan kepada wisatawan, termasuk korban sengatan ubur-ubur, dapat diberikan secara lebih efektif sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Instruksi lain yang disampaikan adalah penguatan sinergi dengan RSUD Saptosari, RSUD Wonosari, dan puskesmas terdekat. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan layanan keselamatan terpadu di kawasan wisata pantai Gunungkidul.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top