YOGYAKARTA — Setelah sekian lama vakum, band yang digawangi Pasha, Enda, Onci, Makki, dan Rowman ini kembali hadir dengan karya baru. "Utara-Selatan" bukan sekadar lagu rindu, melainkan sebuah pengakuan jujur tentang dua insan yang masih saling mencintai namun tak lagi sejalan.
Gitaris UNGU, Enda, menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari realitas pahit dalam hubungan yang sering dialami banyak orang. Simbol arah mata angin digunakan untuk menggambarkan jarak emosional yang muncul akibat perbedaan prinsip dan pilihan hidup.
"'Utara-Selatan' lahir dari perasaan ketika kita harus menerima bahwa melepaskan bukan berarti berhenti mencintai, melainkan memberi ruang agar masing-masing bisa melanjutkan perjalanan hidupnya," ujar Enda dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Dari sisi musikalitas, UNGU sengaja menghadirkan nuansa pop rock yang mengingatkan pada karakter musik mereka di era awal. Aransemen ini dipertahankan untuk membangkitkan rasa nostalgia bagi para penggemar setia, sekaligus tetap relevan dengan pendengar masa kini.
Vokalis UNGU, Pasha, berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang menjalani kisah serupa. "Kami berharap lagu ini bukan hanya menjadi obat rindu, tetapi juga bisa menemani siapa pun yang sedang menjalani cerita yang sama," kata Pasha.
Perilisan single ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan tiga dekade perjalanan karier UNGU. Setelah merilis lagu baru, mereka kini tengah mempersiapkan konser spesial "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang akan digelar pada 30 Oktober 2026.
Melalui karya terbaru ini, UNGU ingin menyampaikan pesan tentang cinta, perpisahan, dan keikhlasan dalam melanjutkan perjalanan hidup. Lagu "Utara-Selatan" kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform layanan musik digital mulai 31 Juli 2026.