Bantuan Sapa Bantul 2026 Disalurkan ke 1.000 Keluarga, Paket Sembako Bergizi Rp200 Ribu Bisa Ditukar di Warung Warga

Penulis: Dedi Supriadi  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:19:01 WIB
Program Sapa Bantul 2026 menyalurkan paket sembako bergizi senilai Rp200 ribu kepada 1.000 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Bantul.

BANTUL — Program Sambung Pangan (Sapa) Bantul kembali beroperasi tahun ini untuk menjaga ketahanan pangan warga kurang mampu. Sebanyak 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima paket kebutuhan pokok bergizi senilai Rp200 ribu per bulan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul Sukrisna Dwi Susanta menegaskan bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Nilai tersebut dialokasikan untuk membeli paket sembako di warung pangan warga yang telah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten.

“Program ini diperuntukkan bagi warga miskin dan diwujudkan dalam bentuk sembako senilai Rp200 ribu. Mekanismenya yaitu dibelanjakan ke warung pangan warga,” ujarnya, Minggu (2/8).

Isi Paket Sembako: Ada Protein, Buah, hingga Susu

Komposisi paket bantuan disusun untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, bukan sekadar mengisi perut. Sukrisna merinci komoditas yang diberikan mencakup sumber karbohidrat, protein hewani, serta vitamin dan mineral.

“Jadi ada beras sebagai karbohidrat, proteinnya bisa dari daging sapi atau ikan, kemudian ada buah-buahan, sayuran, dan yang terakhir susu. Jadi gizinya itu komplet,” kata Sukrisna.

Pemkab Bantul berharap komposisi ini mendukung peningkatan kualitas gizi kelompok rentan di tengah tekanan ekonomi.

Anggaran Terbatas, Penyaluran Hanya Enam Bulan

Meski menyasar ribuan keluarga, pelaksanaan program Sapa Bantul tahun ini tidak berlangsung penuh selama 12 bulan. Keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah hanya mampu menyalurkan bantuan selama enam bulan.

“Karena ada keterbatasan anggaran, kami hanya mampu menyalurkan bantuan ini selama enam bulan,” ucap Sukrisna.

Kebijakan ini menjadi catatan penting bagi warga yang masuk daftar penerima untuk memanfaatkan bantuan secara optimal.

Mekanisme Penukaran Barcode di Warung Pangan

Penyaluran bantuan menggunakan sistem virtual account (VA) yang dicetak setiap bulan. Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul Jazim Ahmadi menjelaskan proses penerbitannya berdasarkan keputusan resmi dua instansi.

“VA kami cetak per bulan berdasarkan SK Bupati dan SK Kepala Dinsos. Setelah dicetak, nanti pendamping mengambil dan langsung membagikannya ke masing-masing KPM,” kata Jazim.

Keluarga penerima akan mendapatkan barcode yang kemudian ditukarkan dengan paket sembako di warung pangan yang telah ditunjuk Dinsos. “Jadi nanti kode batang VA itu ditukarkan dengan sembako di warung pangan warga. Dan untuk warungnya sendiri sudah kami tunjuk,” jelasnya.

Dampak Ganda untuk Ekonomi Kampung

Skema penyaluran ini dirancang untuk memberikan dampak ganda. Di satu sisi, keluarga miskin mendapatkan akses pangan bergizi. Di sisi lain, warung pangan warga memperoleh tambahan transaksi dari program pemerintah.

Dengan begitu, Sapa Bantul menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan usaha mikro di tingkat kampung. Pemkab Bantul berharap program ini memastikan kebutuhan pangan bergizi tetap dapat diakses warga di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top