BANTUL — Sebanyak 100 stan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta swasta memenuhi area Kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) dalam Bantul Creative Expo (BCE) 2026. Pameran yang berlangsung sejak 1 Agustus ini juga melibatkan 62 stan dari perangkat daerah, sehingga total stan yang tersedia mencapai 162.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan kegiatan ini menjadi etalase bagi perkembangan produk-produk kreatif lokal. "Kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat. Kita mengekspos perkembangan produk-produk kreatif UMKM Bantul di sini," ujarnya di Bantul, Sabtu.
Beragam produk dipamerkan dalam ajang tahunan ini, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, fesyen, hingga otomotif dan barang elektronik. Kebutuhan rumah tangga juga turut mengisi stan-stan yang tersebar di kompleks stadion kebanggaan warga Bantul tersebut.
Pemkab Bantul menargetkan jumlah kunjungan mencapai 12.200 orang per hari. Jika diakumulasikan, total pengunjung selama sembilan hari penyelenggaraan diproyeksikan tembus sekitar 110.000 orang.
Dari penyelenggaraan BCE 2026, Pemkab Bantul memasang target nilai transaksi sebesar Rp 2,3 miliar atau rata-rata Rp 263 juta per hari. Bupati mengakui angka tersebut masih bisa ditingkatkan dan menyatakan optimisme target akan terlampaui.
"Kami menargetkan transaksi bisa lebih dari Rp 2,2 miliar, tapi itu belum terlalu puas. Kami optimistis target tersebut akan terlampaui," kata Abdul Halim Muslih.
Bantul memiliki banyak pelaku UMKM di sektor seni dan budaya dengan produktivitas yang terus berkembang. Bupati menilai acara ini akan mendorong kinerja ekonomi daerah, yang ditandai dengan tingginya nilai ekspor dan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sepanjang 2025, penyaluran KUR kepada pelaku UMKM di Kabupaten Bantul mencapai Rp 1,9 triliun. Skema pembiayaan tersebut dimanfaatkan oleh sekitar 25 ribu UMKM dan menjadi modal optimisme bagi pengembangan industri kreatif di daerah ini.