DI YOGYAKARTA — GIIAS 2026 tidak cuma jadi ajang pamer produk, tapi juga ruang diskusi soal logika kepemilikan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu sesi yang menarik perhatian menghadirkan Vino G. Bastian bersama manajemen Polytron untuk membahas kenapa mobil listrik "make sense" untuk mobilitas harian—terutama dari sisi hitung-hitungan dompet.
Vino, yang dikenal sebagai pengguna setia kendaraan listrik, menekankan satu hal: kepraktisan. "Kendaraan ini bisa langsung dipakai dan diisi daya (charging) sendiri di rumah, sehingga pengguna tidak perlu membuang waktu mengantre di SPBU," ujarnya dalam sesi talkshow tersebut. Buat kamu yang tinggal di rumah dengan akses listrik memadai, ini memang keuntungan nyata yang langsung terasa—bangun tidur, baterai sudah penuh, tanpa detour ke stasiun pengisian.
Klaim utama Vino soal efisiensi bukan tanpa dasar. Polytron menyebut angka biaya perjalanan G3+ sekitar Rp220 per kilometer. Kalau dipakai 1.500 km per bulan, total biaya charging-nya hanya sekitar Rp330.000. Bandingkan dengan mobil konvensional yang bisa mencapai Rp2.650.000 untuk jarak tempuh yang sama—selisihnya hampir 8 kali lipat.
Artinya, dalam setahun, pengguna G3+ bisa menghemat sekitar Rp28 juta hanya dari biaya bahan bakar. Angka ini memang masuk akal kalau kamu mengisi daya di rumah dengan tarif listrik rumah tangga. Tapi perlu dicatat: hitungan itu mengasumsikan kamu punya home charging dan tidak mengandalkan SPKLU umum yang tarifnya lebih mahal.
Bersamaan dengan talkshow, Polytron meluncurkan G3+ Special Collaboration di GIIAS 2026. Edisi ini tampil beda dengan bodi two-tone, logo baru 'P' hasil kolaborasi dengan TRIPLE 9 carbon works, serta velg premium HSR Wheels. Dari sisi audio, Polytron menyematkan perangkat keras XBR Subwoofer dan perangkat lunak XBR sensing untuk pengalaman mendengarkan yang lebih baik.
Yang perlu digarisbawahi: ini adalah edisi kolaborasi visual dan audio, bukan peningkatan performa drastis. Jadi kalau kamu berharap ada upgrade baterai atau motor listrik yang lebih bertenaga, kemungkinan besar spesifikasi intinya masih sama dengan G3+ standar. Nilai jual utama edisi ini ada di tampilan dan kelengkapan audio.
Polytron juga membawa program menarik selama pameran. General Manager Corporate Communications, Diantika, menyebut kerja sama dengan OLXmobbi untuk program trade-in—menukar mobil lama dengan G3+ Series—memberikan cashback hingga Rp5 juta dengan proses inspeksi instan same day di area GIIAS.
Untuk pembiayaan, Polytron menggandeng Bank BCA dengan program bunga 0% untuk tenor 1 tahun, serta suku bunga rendah untuk tenor 2-3 tahun. Bonusnya: free wall charger 7kW dan kaca film 3M. Kalau kamu memang berniat serius membeli, promo free charger ini penting banget—soalnya biaya instalasi home charging biasanya bisa memakan jutaan rupiah.
Meski angka-angkanya menarik, ada beberapa catatan yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan membeli G3+:
Selain mobil, Polytron juga memamerkan lini motor listrik FOX Series yang sudah mendekati 70.000 pengguna. Selama GIIAS, ada subsidi mandiri langsung hingga Rp6,5 juta untuk seri ini. Buat kamu yang mencari kendaraan roda dua listrik untuk harian, ini bisa jadi alternatif yang lebih terjangkau.
Pengunjung bisa melihat langsung semua produk ini di Hall 2 Booth 2G untuk G3+ Special Collaboration—lengkap dengan EV calculator dan area interaktif—serta Hall 11 Booth C3 untuk zona motor listrik FOX Series.
Verdict awal: G3+ jelas masuk akal secara ekonomi untuk pengguna dengan rumah berpagar dan mobilitas harian menengah. Tapi jangan sampai promo dan angka hemat bikin kamu lupa menghitung biaya instalasi charger dan kesiapan infrastruktur listrik di rumah. Datang ke booth, tanya detail spesifikasi, dan bandingkan dengan kebutuhanmu sebelum meneken kontrak pembiayaan.