DI YOGYAKARTA — Menjelang peluncuran produk besar, Apple mulai menyiapkan logistik acara dengan melibatkan karyawan toko ritelnya di Amerika Serikat. Melalui memo internal yang dikutip Bloomberg, raksasa teknologi asal Cupertino ini mengumumkan program "Event Support Experience Program" yang memberi kesempatan bagi staf retail untuk terbang ke California dan membantu operasional acara iPhone mendatang.
Tugas karyawan yang terpilih mencakup membantu mengatur antrean, memandu tamu, memberikan arahan, hingga mendukung tim keamanan. Namun, tidak semua karyawan bisa ikut serta. Mereka yang pernah bertugas di acara Worldwide Developers Conference (WWDC) tahun ini atau peluncuran iPhone tahun lalu tidak memenuhi syarat untuk program tersebut.
Memo internal menyebutkan acara akan berlangsung pada paruh pertama September. Berdasarkan kalender, Hari Buruh AS jatuh pada 7 September 2026. Bloomberg menganalisis bahwa Apple cenderung memilih Rabu, 9 September 2026 sebagai tanggal acara. Pertimbangannya adalah menjaga jendela perjalanan di hari kerja yang selama ini selalu diberikan Apple kepada para hadirin.
Jika pola ini berjalan sesuai tradisi, pemesanan awal (pre-order) akan dibuka pada Jumat setelah acara, dengan pengiriman perdana ke konsumen seminggu kemudian. Artinya, konsumen bisa mulai menerima unit iPhone 18 Pro sekitar 18 September 2026.
Kebijakan mempekerjakan karyawan retail untuk membantu acara besar sudah menjadi praktik umum Apple selama bertahun-tahun. Langkah ini memastikan kelancaran acara sekaligus memberi pengalaman langsung kepada staf toko tentang produk terbaru sebelum mereka melayani pelanggan di gerai masing-masing.
Bagi konsumen di Indonesia, kabar ini menjadi penanda bahwa generasi baru iPhone akan segera hadir. Meski Apple belum mengumumkan ketersediaan resmi untuk pasar Tanah Air, biasanya perangkat anyar masuk ke Indonesia beberapa minggu setelah perilisan global. Penggemar yang menantikan iPhone 18 Pro dan iPhone Fold kini bisa mulai menyiapkan anggaran, mengingat harga perangkat lipat diprediksi berada di kelas premium.
Apple belum merilis detail spesifikasi teknis untuk iPhone 18 Pro maupun iPhone Fold. Namun, kehadiran iPhone Fold akan menjadi lini produk baru yang bersaing langsung dengan Samsung Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip yang sudah lebih dulu menguasai pasar ponsel lipat.
Acara September ini juga diperkirakan menjadi ajang pengenalan sistem operasi terbaru yang sudah diumumkan pada WWDC bulan Juni lalu. Kombinasi perangkat keras baru dan pembaruan software biasanya menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang ingin meningkatkan perangkat mereka.
Untuk pasar Indonesia, peluncuran iPhone Fold akan menjadi ujian menarik. Segmen ponsel lipat di Tanah Air masih didominasi Samsung dan beberapa merek China seperti Oppo dan Xiaomi. Apple perlu menawarkan diferensiasi yang kuat, terutama dari sisi ekosistem dan optimasi aplikasi, untuk menarik konsumen yang selama ini setia pada Android.
Sementara itu, iPhone 18 Pro diprediksi membawa peningkatan kamera dan performa chip terbaru. Namun, calon pembeli sebaiknya menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui apakah ada perubahan desain signifikan atau fitur eksklusif yang membedakannya dari iPhone 17 Pro yang baru dirilis tahun lalu.