DI YOGYAKARTA — MPL Indonesia memasuki era sembilan tim sejak pertengahan 2023 atau tepatnya Season 12. Format ini mengubah peta persaingan liga, di mana hanya enam tim teratas klasemen musim reguler yang berhak melaju ke babak playoff, sementara tiga tim lainnya harus mengakhiri musim lebih cepat.
Dalam rentang enam musim tersebut, persaingan memperebutkan tiket playoff semakin ketat. Dari 18 total slot yang tersedia, dua organisasi tercatat tidak pernah sekalipun absen dari fase gugur.
ONIC Esports dan Bigetron Alpha menjadi dua tim yang selalu lolos ke playoff dalam enam musim terakhir. Catatan ini menegaskan dominasi keduanya di kompetisi domestik.
ONIC bahkan tampil lebih impresif dengan mengoleksi empat gelar juara dari enam musim terakhir. Sementara itu, Bigetron berhasil menjadi juara pada musim lalu, membuktikan bahwa konsistensi mereka di musim reguler selalu berbuah hasil di babak gugur.
Di sisi lain, NAVI memegang rekor negatif sebagai tim yang paling sering gagal melaju ke babak playoff. Dari enam musim terakhir, mereka tercatat empat kali absen dari fase gugur.
Dua kegagalan terjadi saat tim masih bernama Rebellion Esports, dan dua kegagalan lainnya dialami setelah berganti nama menjadi NAVI. Catatan ini menjadikan mereka tim dengan tingkat kegagalan tertinggi di era sembilan tim.
Alter Ego dan Dewa United Esports berada satu tingkat di atas NAVI dengan masing-masing tiga kali gagal menembus enam besar di musim reguler. Pada musim lalu, Alter Ego kembali mengalami kegagalan tersebut setelah finis di posisi ketujuh klasemen akhir.
RRQ Hoshi, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu tim terkuat di Indonesia, tercatat dua kali gagal lolos playoff dalam enam musim terakhir. Kondisi ini semakin memprihatinkan setelah mereka menempati posisi juru kunci klasemen pada musim lalu.
Selain RRQ, Team Liquid ID dan EVOS juga sama-sama dua kali gagal melaju ke babak playoff dalam periode yang sama. Sementara itu, Geek Fam ID hanya sekali mengalami kegagalan serupa.
Dominasi ONIC dan Bigetron di babak playoff menjadi standar baru yang harus dikejar tim-tim lain. Dengan persaingan yang semakin ketat, konsistensi musim reguler akan terus menjadi faktor penentu sukses tidaknya sebuah tim di MPL Indonesia musim-musim berikutnya.