BANTUL — DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bantul resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode 2026-2031. Momen ini langsung dimanfaatkan partai berlambang bola dunia itu untuk mematangkan konsolidasi menghadapi kontestasi Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Bantul Suradal menegaskan, pihaknya memasang target ambisius untuk menambah kursi di legislatif. Dari sebelumnya tujuh kursi, mereka berupaya meraih sembilan hingga 10 kursi DPRD Kabupaten Bantul.
"Target kami perolehan kursi di Pemilu 2029 mendatang bisa jadi 9-10, dari pemilu sebelumnya yang tujuh kursi," kata Suradal di Bantul, Minggu.
Suradal menjelaskan, salah satu strategi untuk mencapai target tersebut adalah memperkuat kaderisasi dengan menyasar generasi muda dan perempuan. Langkah ini dinilai efektif untuk memperluas basis dukungan partai.
"Kaderisasi ini menjadi salah satu strategi yang diarahkan oleh DPP dan DPW PKB untuk memperluas basis partai," katanya.
Selain mengandalkan basis Nahdliyin yang selama ini menjadi lumbung suara, PKB Bantul juga berupaya menjangkau kelompok masyarakat dengan beragam latar belakang. Suradal menyebut, upaya ini termasuk merangkul masyarakat non-Muslim di Kabupaten Bantul.
Di tingkat provinsi, Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menyebut pengukuhan pengurus DPC PKB Bantul menjadi momentum untuk mempercepat konsolidasi menghadapi Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam kepengurusan serta perluasan basis pemilih muda berusia di bawah 35 tahun.
Umaruddin menegaskan, PKB DIY menargetkan dapat menjaring 6.500 anak muda di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 2026. Target ini menjadi bagian dari upaya regenerasi kader di tingkat akar rumput.
"Ke depan peran anak muda lebih aktif dalam politik sehingga politik kita lebih produktif, punya wajah baru, punya energi baru," katanya.
Dengan kepengurusan yang baru dikukuhkan, DPC PKB Bantul diharapkan segera bergerak melakukan konsolidasi di tingkat PAC dan ranting. Percepatan ini menjadi krusial mengingat tahapan Pemilu 2029 akan segera bergulir.