YOGYAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan tengah gencar membangun kemitraan dengan berbagai negara untuk memperkuat kualitas destinasi dan daya saing pariwisata Indonesia. Salah satu momen yang dimanfaatkan adalah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Kompleks Candi Prambanan pada Juli 2026, yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan India untuk menjelajah lebih banyak destinasi di Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, promosi besar-besaran dilakukan melalui kanal Wonderful Indonesia, media India dan internasional, kampanye digital, hingga kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata. Setelah kunjungan tersebut, Kemenpar juga mendorong familiarization trip bersama agen perjalanan dan online travel agent asal India.
“Tingginya perhatian masyarakat India terhadap kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mereka untuk datang ke Indonesia, mengenal Prambanan, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di berbagai daerah,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Selain fokus pada pasar mancanegara, Kemenpar juga memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama untuk mendukung Program Sekolah Rakyat. Kemenpar menyediakan lahan di kawasan Politeknik Pariwisata NHI Bandung untuk pembangunan sarana pendidikan beserta fasilitas pendukungnya.
Kerja sama ini mencakup penguatan kurikulum sadar wisata, sinkronisasi program peningkatan kesejahteraan sosial di desa wisata, serta pengembangan jalur pendidikan lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat. Bahkan, Kemenpar mengalokasikan kuota 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui program beasiswa.
Di sisi lain, pemerintah tengah menyusun masterplan dispersi wisatawan untuk mengurangi konsentrasi kunjungan di Bali Selatan. Pengembangan destinasi di Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat akan diintegrasikan dengan peningkatan konektivitas, pelayanan dasar, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Untuk memperkuat kualitas destinasi, Kemenpar juga meninjau kesiapan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada Agustus 2026. Dukungan yang diberikan meliputi pemasangan rambu di geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, serta penyediaan papan informasi dwibahasa.
Kunjungan tersebut juga menjadi ajang peluncuran integrasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui Koperasi Desa bersama Kementerian Koperasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem desa wisata, meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, memperluas pemasaran produk lokal, serta memastikan manfaat pariwisata dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Sementara itu, peninjauan serupa dilakukan di Geopark Ijen, Jawa Timur, untuk menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark dengan target mempertahankan predikat green card. Kemenpar juga mendukung 125 event daerah yang masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026 di 38 provinsi.
Hingga akhir Juli, sebanyak 61 event telah diselenggarakan. Dari 47 event yang telah dievaluasi, tercatat 4,77 juta pengunjung dengan transaksi ekonomi langsung mencapai Rp276,84 miliar serta melibatkan ribuan UMKM, pekerja seni, dan tenaga kerja.