YOGYAKARTA — Orang tua diimbau lebih waspada terhadap kebiasaan anak menatap layar ponsel dalam waktu lama. Dokter spesialis mata mengingatkan bahwa paparan gawai berlebihan dapat memperburuk gangguan penglihatan tertentu dan meningkatkan risiko mata juling atau strabismus pada kondisi tertentu.
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus, Lely Retno Wulandari, menjelaskan bahwa penggunaan gawai secara langsung belum tentu menjadi penyebab utama mata juling. Namun, risiko muncul ketika anak memiliki kecenderungan mengalami miopia.
"Anak terlalu banyak memfokuskan penglihatannya pada jarak dekat. Fokusnya terus berada di jarak dekat sehingga mata dapat berkembang menjadi semakin panjang," kata Lely dalam acara Grand Launching Strabismus Surgery Center RS Mata JEC Menteng di kawasan Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Kondisi mata yang semakin panjang inilah yang kemudian menjadi dasar berkembangnya gangguan refraksi. Pada anak yang sudah memiliki kecenderungan miopia, aktivitas melihat dekat secara terus-menerus membuat kelainan tersebut semakin cepat berkembang.
Lely menyoroti bahwa orang tua kerap terlambat menyadari gangguan penglihatan pada anaknya. Anak masih terlihat mampu melihat objek dalam jarak dekat, sehingga masalah tidak segera terdeteksi. Gangguan baru terlihat saat anak masuk usia sekolah dan dituntut melihat objek dari jarak jauh.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua antara lain anak sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata, menyipit saat melihat, kesulitan menangkap benda, sering menabrak, sulit memperkirakan jarak, atau mengeluhkan penglihatan ganda.
Lely menegaskan dampak penggunaan gawai tidak selalu terjadi pada setiap anak. Dalam beberapa kasus, strabismus bahkan baru berkembang saat seseorang memasuki usia remaja atau dewasa. Namun, orang tua diminta mewaspadai mata juling yang muncul secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika disertai gejala lain seperti sakit kepala, muntah, kelopak mata turun, kelemahan anggota tubuh, maupun tanda gangguan saraf lainnya. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab mata juling secara tepat sehingga anak dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi yang dialami.
Lely mengingatkan orang tua tidak perlu menunggu hingga anak beranjak remaja untuk melakukan pemeriksaan mata. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal apabila anak menunjukkan tanda-tanda gangguan penglihatan.