Pencarian

TechCrunch Disrupt 2026 Hadirkan Bos Amazon, Replit, dan Tether Bahas Masa Depan AI

Jumat, 31 Juli 2026 • 01:57:31 WIB
TechCrunch Disrupt 2026 Hadirkan Bos Amazon, Replit, dan Tether Bahas Masa Depan AI
Panos Panay, SVP Devices and Services Amazon, akan memaparkan visi perangkat masa depan yang tidak lagi bergantung pada layar sentuh di TechCrunch Disrupt 2026.

DI YOGYAKARTA — TechCrunch Disrupt 2026 siap menjadi ajang diskusi paling krusial bagi ekosistem teknologi global. Selama tiga hari penuh, panggung utama Disrupt Stage akan diisi oleh para eksekutif puncak yang sedang mendefinisikan ulang batasan inovasi — dari perangkat keras hingga kecerdasan buatan untuk keamanan publik.

Amazon Bawa Wacana Pengganti Smartphone

Salah satu sesi yang paling dinanti adalah diskusi bertajuk "What Comes After the Smartphone?" bersama Panos Panay, SVP Devices and Services Amazon. Selama hampir dua dekade, smartphone menjadi pusat kehidupan digital. Kini, dengan hadirnya AI, bentuk interaksi generasi berikutnya diprediksi bakal sangat berbeda.

Panay akan memaparkan visi Amazon soal perangkat masa depan yang tidak lagi bergantung pada layar sentuh sebagai antarmuka utama.

Replit dan Masa Depan Coding Tanpa Batas

Sesi "Everyone Can Build Software Now. What Happens Next?" akan menghadirkan Amjad Masad, Founder dan CEO Replit. Perusahaannya berada di pusat pergeseran besar: AI kini memungkinkan jutaan orang menciptakan software tanpa latar belakang programming.

Diskusi ini akan membahas masa depan kewirausahaan ketika setiap orang bisa mengubah ide menjadi produk digital dalam hitungan jam.

Tether, Benchmark, dan Keamanan Publik Berbasis AI

Paolo Ardoino dari Tether akan bergabung bersama para mitra Benchmark dalam sesi "What We Believe Now" — forum pertama kalinya kelima partner Benchmark tampil bersama di panggung Disrupt San Francisco. Mereka akan memperdebatkan di mana startup generasi berikut akan lahir dan kesalahan umum yang masih dilakukan pendiri.

Sementara itu, Garrett Langley dari Flock Safety akan membahas "AI, Surveillance, and the Future of Public Safety". Perusahaannya berada di garis depan perdebatan tentang privasi, keamanan, dan kompromi yang muncul saat AI menjadi infrastruktur sehari-hari.

Skalabilitas AI, Tenaga Kerja, dan Antarmuka Otak

Andrew Feldman dari Cerebras akan menjawab pertanyaan besar: bisakah AI terus diskalakan? Permintaan komputasi dan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya menuntut terobosan perangkat keras. Sementara Winston Weinberg dari Harvey AI akan mengupas bagaimana perusahaan Fortune 500 mengadopsi AI untuk pekerjaan pengetahuan — dari firma hukum hingga perusahaan raksasa.

Sesi paling futuristik datang dari Max Hodak, CEO Science Corp, yang akan membahas antarmuka otak-komputer. Menurut Hodak, era berikutnya bukan lagi manusia yang beradaptasi dengan komputer, melainkan mesin yang menyesuaikan diri dengan manusia.

Rivian dan Panggung Tambahan yang Tak Kalah Penting

RJ Scaringe, CEO Rivian, akan menutup sesi utama dengan topik "Building the Impossible": bagaimana membangun perusahaan software yang juga merancang, memproduksi, dan mengirimkan hardware kelas dunia di persimpangan AI, robotika, dan manufaktur.

Selain Disrupt Stage, tersedia lima panggung tematik: AI Stage (celah keamanan dan model bisnis SaaS), Smart Money Stage (stablecoin dan pembayaran instan), Smart Systems Stage (energi dan fusi untuk AI), Builders Stage (taktik pendanaan dan perekrutan), serta satu panggung rahasia yang belum diumumkan.

Harga Tiket dan Cara Mendaftar

TechCrunch Disrupt 2026 masih menawarkan diskon hingga 300 dolar AS (sekitar Rp 4,95 juta) untuk beberapa tipe tiket dalam beberapa pekan ke depan. Peserta juga mendapatkan akses ke Startup Battlefield, area networking dengan lebih dari 10.000 pemimpin startup dan VC, serta lantai pameran.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi TechCrunch Disrupt. Acara ini dirancang sebagai sprint tiga hari di jantung komunitas startup yang akan membekali peserta menghadapi tahun inovasi berikutnya.

Follow www.jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks