SLEMAN — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman diterjunkan untuk memantau situasi dan memfasilitasi kebutuhan para pekerja yang kehilangan pekerjaan. Bupati Sleman Harda Kiswawa menegaskan pendekatan yang dilakukan mengedepankan pembinaan dan pelatihan yang dirancang secara modular, disesuaikan dengan arah usaha yang ingin ditekuni warga.
"Bagi masyarakat terdampak yang ingin beralih ke bidang jasa atau UMKM, saya sudah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan UKM untuk mengadakan pembinaan sesuai dengan yang diinginkan warga," kata Harda di Sleman, Jumat.
Dua Jalur Pemulihan: Pelatihan Kerja dan Pendidikan Kedinasan
Selain pelatihan kerja, Pemkab Sleman merancang program pendampingan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga terdampak PHK yang ingin melanjutkan studi ke sekolah kedinasan. Program ini ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027 melalui penyediaan bimbingan teknis (bimtek) seleksi masuk secara intensif.
"Bagi anak-anak yang lulus SMA dan ingin masuk sekolah kedinasan, Pemda akan memberikan bimbingan dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Misalnya, jika ingin masuk ke sekolah perkeretaapian, kita bimbing agar mereka siap dan bisa lolos tes seleksi," ujar Harda.
Beda Konsep dengan Program Sleman Pintar
Bupati menegaskan bahwa program bimbingan sekolah kedinasan ini memiliki konsep yang berbeda dengan program beasiswa "Sleman Pintar". Program Sleman Pintar ditujukan khusus untuk penuntasan program "Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana", sedangkan program bimtek kedinasan ini berfokus pada persiapan teknis menghadapi ujian masuk sekolah ikatan dinas.
Melalui sinergi lintas dinas serta penyiapan jalur pendidikan vokasi dan kedinasan, Pemkab Sleman optimistis dapat menekan dampak sosial-ekonomi akibat PHK. Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Sleman dalam jangka panjang.