DI YOGYAKARTA — Meski raksasa teknologi seperti Apple masih memperdebatkan apakah kamera pada kacamata pintar mereka nantinya boleh digunakan untuk memotret, DuckDuckGo justru mengambil langkah berseberangan. Perusahaan yang dikenal lewat mesin pencari berfokus privasi ini menghadirkan aksesori yang secara fundamental menolak teknologi pengawasan.
Spesifikasi Utama
Alih-alih mengemas prosesor, sensor, atau konektivitas, berikut rincian spesifikasi kacamata DuckDuckGo Paso Robles versi lengkapnya:
- Kamera: Tidak ada
- Mikrofon: Tidak ada
- Kecerdasan buatan (AI): Tidak ada
- Baterai: Tidak ada—masa pakai disebut tak terbatas
- Elektronik lain: Nihil, murni aksesori analog
- Desain: Bingkai matte black dengan logo DuckDuckGo glossy
Fitur Unggulan: Privasi Total dan Mode Offline Sempurna
Paso Robles mengusung tiga keunggulan utama yang mustahil ditiru kacamata pintar lain. Pertama, daya tahan baterai yang tidak terbatas karena memang tidak membutuhkan daya listrik sama sekali. Kedua, jaminan nol notifikasi—tidak akan ada getaran atau suara pemberitahuan yang mengganggu aktivitas. Ketiga, mode offline yang mulus; perangkat ini secara fisik mustahil mengirim data ke cloud karena tidak memiliki komponen digital apa pun.
"Kacamata hitam anti-pengawasan paling inovatif di dunia. Tanpa kamera, tanpa mikrofon, tanpa AI, tanpa baterai, tanpa elektronik apa pun. Hanya sepasang kacamata hitam matte black buatan indah dengan logo DuckDuckGo glossy, dirancang untuk menghalau sinar matahari dan tidak pernah mengirim data ke cloud," demikian pernyataan resmi perusahaan dalam materi peluncurannya.
Harga dan Ketersediaan
Meskipun dibungkus dengan narasi satir untuk menyindir industri teknologi, produk ini nyata dan bisa dibeli. Hingga saat ini, DuckDuckGo belum mengumumkan harga resmi untuk pasar global maupun ketersediaannya di Indonesia. Konsumen Indonesia yang berminat biasanya dapat memantau kanal penjualan resmi Knockaround atau toko daring yang mengimpor aksesori dari Amerika Serikat.
Posisi di Tengah Tren Kacamata Pintar
Langkah DuckDuckGo ini menjadi kontras menarik dengan arah pengembangan industri. Sejumlah perusahaan justru berlomba menambah kamera dan layar pada kacamata mereka, sementara DuckDuckGo memilih menghilangkan seluruh komponen digital. Alih-alih menjadi pesaing langsung perangkat seperti Ray-Ban Meta atau kompetitor lain, Paso Robles lebih tepat diposisikan sebagai pernyataan sikap sekaligus barang koleksi bagi mereka yang ingin melepas diri dari keterhubungan digital.
Cocok untuk Siapa?
Kacamata ini jelas bukan untuk pengguna yang mencari perangkat serba bisa. Target pasarnya adalah individu yang sadar privasi, pekerja yang ingin fokus tanpa gangguan notifikasi, atau kolektor yang menghargai barang langka dengan pesan sosial kuat. Dengan banderol yang kemungkinan jauh lebih murah ketimbang kacamata pintar berteknologi tinggi, Paso Robles menawarkan cara sederhana untuk "melawan" arus pengawasan digital dengan gaya santai.