YOGYAKARTA — Puluhan anak dengan down syndrome menjadi pusat perhatian dalam parade "Suara Inklusi untuk Semua 2026" di Kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Rabu (12/8/2026). Mereka menarikan Tari Saman, tarian tradisional yang biasanya membutuhkan kekompakan dan ketepatan gerak tinggi.
Penampilan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. DIWA Foundation menggagas parade ini sebagai ruang berekspresi bagi penyandang disabilitas intelektual.
Dibimbing Langsung Didik Nini Thowok
Proses latihan para penari tidak sembarangan. Mereka dibimbing langsung oleh seniman tari kenamaan Didik Nini Thowok di LKP Tari Natya Lakshita.
Didik Nini Thowok dikenal luas sebagai maestro tari yang kerap mengangkat nilai tradisi. Keterlibatannya dalam pelatihan ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi kualitas penampilan para peserta.
Mengapa Parade Ini Penting?
Kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa seni tidak memiliki batasan. Anak-anak dengan down syndrome memiliki hak yang sama untuk tampil dan diapresiasi di ruang publik.
Parade "Suara Inklusi untuk Semua 2026" diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap disabilitas. Lewat seni, pesan kesetaraan disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan humanis.
Suasana di lokasi terlihat meriah. Warga yang melintas di kawasan Titik Nol Kilometer berhenti sejenak untuk menyaksikan atraksi tersebut. Tepuk tangan dan dukungan mengalir untuk para penari cilik yang tampil percaya diri.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa. Ruang publik seperti Titik Nol Kilometer Yogyakarta terbukti mampu menjadi panggung bagi semua kalangan tanpa terkecuali.