Pencarian

Susi Pudjiastuti Melayat ke Yogyakarta, Kenang Maestro Nasirun yang Meninggal Sehari Setelah Rencana Bertemu

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 20:47:01 WIB
Susi Pudjiastuti Melayat ke Yogyakarta, Kenang Maestro Nasirun yang Meninggal Sehari Setelah Rencana Bertemu
Susi Pudjiastuti melayat ke rumah duka pelukis Nasirun di Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Susi Pudjiastuti tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya saat berdiri di depan jenazah Nasirun. Rencana bertemu Sabtu malam bersama budayawan Sindhunata harus batal, Tuhan lebih dulu memanggil pelukis asal Yogyakarta itu.

"Beliau sosok yang sangat besar. Kalau ada acara apa pun, kami sering tiba-tiba berkumpul bersama. Kami juga cukup sering bertemu di Jogja. Bagi saya, ini sangat istimewa," ujar Susi di rumah duka.

Sesi Terakhir: Delapan Jam Sebelum Nasirun Berpulang

Kurator seni sekaligus Guru Besar ISI Yogyakarta, Suwarno Wisetrotomo, menjadi orang terakhir yang menghabiskan waktu panjang bersama Nasirun. Ia berada di rumah pelukis itu sejak pukul 09.30 hingga 17.45 WIB, sehari sebelum kepergiannya.

"Beliau memang terlihat pucat. Dia sempat bercanda, katanya baru tahu punya asam lambung setelah diperiksa dokter. Tidak ada yang menyangka keesokan paginya beliau berpulang," ungkap Suwarno.

Dua Pameran Besar Tertunda, Arsip Pendiri ASRI Terbengkalai

Kepergian Nasirun menjadi pukulan berat bagi jagat seni rupa Indonesia. Suwarno mengungkapkan, mereka tengah menyiapkan dua proyek pameran besar yang melibatkan koleksi pribadi sang seniman.

Salah satunya adalah pameran arsip yang sedianya dibuka pada 17 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM). Pameran itu akan menampilkan koleksi tokoh-tokoh penting pendiri ASRI yang selama ini dikumpulkan Nasirun, lengkap dengan karya-karya baru yang merespons perjalanan para tokoh tersebut.

"Ide-idenya berasal dari Nasirun sendiri. Bahkan kami sudah menjadwalkan wawancara untuk merekam pandangan-pandangannya pada 7 Agustus nanti. Sekarang semuanya berubah karena beliau lebih dulu berpulang," katanya.

Rumah dan Museum Nasirun: Ruang Belajar Gratis bagi Mahasiswa

Bagi Suwarno, kehilangan terbesar bukan hanya berhentinya proses kreatif seorang pelukis besar, melainkan hilangnya sosok yang selama ini menjadi penghubung banyak orang di dunia seni. Ia menyebut Nasirun sebagai pribadi yang rendah hati, terbuka kepada siapa saja, dan memiliki kepedulian sosial yang besar tanpa pernah ingin mempublikasikannya.

"Dia bekerja dengan hati yang sangat luas. Kedermawanan sosialnya luar biasa, tetapi hampir tidak pernah diceritakan kepada orang lain," ujarnya.

Salah satu bentuk kepedulian itu terlihat dari kesediaan Nasirun membuka rumah dan museumnya sebagai ruang belajar. Selama bertahun-tahun, mahasiswa S2 dan S3 dari UGM maupun ISI Yogyakarta rutin mengikuti perkuliahan langsung di rumahnya tanpa memungut biaya. Kini, ruang itu kehilangan sosok penggeraknya.

Follow www.jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks