SLEMAN — Aksi kriminal bersenjata kembali meresahkan pengguna jalan di kawasan ring road Sleman. Seorang remaja berinisial AARP (17) menjadi korban dugaan penembakan airsoft gun yang dilakukan dua orang tak dikenal di Jalan Laksda Adisucipto, Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa bermula ketika korban yang berasal dari Tangerang Selatan tengah melintas di lokasi kejadian. Tiba-tiba, dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam memepet korban dari samping.
Jaket Ojol Hijau dan Senjata yang Dibawa Pelaku
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan adanya laporan dugaan penembakan tersebut. Ia menjelaskan salah satu terduga pelaku mengenakan jaket ojek online berwarna hijau saat melakukan aksinya.
"Salah seorang terduga pelaku disebut mengenakan jaket ojek online warna hijau serta membawa senjata tajam menyerupai celurit dan senjata jenis airsoft gun," kata Argo dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Korban Terluka di Bagian Punggung
Dalam insiden yang terjadi di jam rawan tersebut, pelaku tidak segan-segan melepaskan tembakan ke arah korban. Argo menyebut proyektil airsoft gun tersebut mengenai punggung AARP hingga menyebabkan luka.
"Dan mengakibatkan luka. Korban selanjutnya mendapatkan perawatan medis dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Depok Timur," ujarnya.
Beruntung, korban masih sempat menyelamatkan diri dan segera melapor ke pihak kepolisian. Saat ini korban telah mendapatkan perawatan medis atas luka yang dideritanya.
Polisi Masih Buru Identitas Pelaku
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku. Polisi juga tengah mendalami rangkaian kejadian, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Argo menyebut polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku, sekaligus mendalami rangkaian kejadian tersebut.
Imbauan Polisi untuk Orang Tua dan Pengendara Malam Hari
Menyikapi kejadian ini, polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak pada malam hingga dini hari. Hal ini dinilai penting mengingat banyaknya aktivitas remaja yang kerap keluar larut malam tanpa pengawasan.
"Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara pada jam rawan, menghindari konfrontasi apabila menghadapi tindakan yang membahayakan, segera mencari tempat aman, serta melaporkan setiap tindak kejahatan kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkas Argo.