YOGYAKARTA — Krisis air bersih akibat musim kemarau di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat respons cepat dari Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta. Melalui Disaster Management Center (DMC), lembaga kemanusiaan ini mengoptimalkan pendistribusian air bersih hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mengakses sumber air.
Penanggungjawab Distribusi Air Bersih Dompet Dhuafa Yogyakarta, Raditya Wicaksono, mengungkapkan bahwa pendistribusian ini merupakan bagian dari tanggap darurat kekeringan tahunan. "Selama musim kemarau tahun ini kami telah mendistribusikan bantuan air bersih hingga ke pelosok Kabupaten Gunungkidul," ujarnya di Yogyakarta, Jumat.
10 Titik Distribusi: Dari Rongkop hingga Imogiri
Dalam periode 23 hingga 30 Juli 2026, DMC mencatat penyebaran bantuan menyasar dua kabupaten. Wilayah terbanyak berada di Gunungkidul dengan sembilan titik, sementara satu titik lainnya berada di Bantul.
Di Kecamatan Rongkop, bantuan menjangkau Dusun Songwaluh dan Kendal, Desa Melikan. Sementara di Girisubo, warga Dusun Manukan, Pelem, Desa Jepitu, serta SD Joho, Kalurahan Songbanyu turut menerima pasokan air. Kecamatan Tepus juga menjadi fokus dengan cakupan di Dusun Wunut, Petung (Gude 1), Klayu, dan Gude 2, Desa Sumberwungu. Satu titik terakhir berada di Dusun Siluk, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
Air Bersih Disalurkan ke Bak Umum dan Wadah Warga
Metode penyaluran dilakukan dengan dua cara. Truk tangki mengisi bak penampungan umum di masing-masing dusun, sekaligus melayani warga yang datang membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung lainnya secara langsung.
Pelaksanaan di lapangan melibatkan koordinasi erat dengan pemerintah kalurahan, kepala dusun, relawan, serta tokoh masyarakat setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran.
Warga Siluk: Dulu Harus Jalan 5-10 Km demi Air
Salah satu penerima manfaat, Tugiman, warga Dusun Siluk, mengaku bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya. "Alhamdulillah, distribusi air bersih sangat membantu kami dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari terutama mandi hingga air minum. Mengingat jika membutuhkan air bersih saya harus berjalan kaki 5-10 km ke sumber mata air," katanya.
Dompet Dhuafa memastikan kegiatan ini bukan sekadar respons darurat musiman. Melalui DMC, lembaga ini menjadikannya program kemanusiaan berkelanjutan yang rutin diselenggarakan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan.
Lembaga ini juga mengajak pemerintah, lembaga lain, komunitas, dan masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi. Tujuannya agar penanganan kekeringan dapat dilakukan lebih optimal dan berkesinambungan, tidak hanya saat puncak kemarau tiba.