YOGYAKARTA — Sebanyak 75 stan dari penyedia barang dan jasa akan memenuhi Jogja Expo Center (JEC) saat Government Procurement Forum & Expo (GPFE) 2026 berlangsung pada 5–7 Agustus 2026. Ajang nasional ini dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pejabat pengadaan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga BUMN.
Mengangkat tema "Pengadaan Strategis untuk Percepatan Program Prioritas Nasional", forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi ekosistem pengadaan pemerintah. Lebih dari 10 sesi Business-to-Government (B2G) Business Matching disiapkan untuk menjembatani penyedia dengan para pengambil keputusan di lingkungan instansi pemerintah.
Fokus pada Produk Dalam Negeri dan TKDN
Ketua Panitia GPFE 2026, Moch. Ruslim, M.Si., yang juga Direktur PT Fery Agung Corindotama (FERACO), menegaskan pameran ini mengutamakan penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu sorotan utama dalam seleksi stan penyedia yang berpartisipasi.
"GPFE 2026 ini kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, penyedia barang dan jasa, serta para pemangku kepentingan untuk mendorong pengadaan yang lebih strategis, transparan, dan berdampak," ujar Ruslim. Ia menambahkan bahwa tahun ini fokus kegiatan diarahkan untuk mendukung percepatan program prioritas nasional.
16 Narasumber Bahas AI hingga Sekolah Rakyat
Selain pameran, GPFE 2026 akan menghadirkan 16 narasumber yang terdiri atas ahli pengadaan, regulator, praktisi, dan akademisi. Mereka akan membahas isu-isu strategis terkini di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.
Sejumlah topik yang diangkat antara lain pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pengadaan pemerintah, strategi pengadaan di sektor kesehatan, serta pengadaan untuk Program Sekolah Rakyat. Diskusi lain menyoroti pengadaan dalam pengembangan koperasi desa, strategi mewujudkan UKPBJ sebagai pusat unggulan, hingga temuan audit dan risiko hukum dalam tata kelola pengadaan.
Momentum Perluas Jejaring bagi Pelaku Usaha
Bagi pelaku usaha dan instansi pemerintah, ajang ini dinilai menjadi momentum tepat untuk memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas. Ruslim berharap para peserta dapat menemukan solusi pengadaan yang inovatif dan kompetitif selama tiga hari penyelenggaraan.
Melalui forum ini, sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat dalam membangun sistem pengadaan pemerintah yang modern dan berkelanjutan. Acara ini juga terbuka bagi akademisi dan masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam ekosistem pengadaan nasional.