Pencarian

IHSG Ditutup Melemah 0,03 Persen ke 6.234,50, Bursa Asia Tertekan Konflik Timur Tengah

Senin, 03 Agustus 2026 • 20:00:01 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,03 Persen ke 6.234,50, Bursa Asia Tertekan Konflik Timur Tengah
IHSG ditutup melemah 0,03 persen ke level 6.234,50, sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang tertekan konflik Timur Tengah.

JAKARTA — Pasar saham domestik gagal bertahan di zona hijau. Data perdagangan menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 2.311.000 kali dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 37,64 miliar lembar, bernilai total Rp14,31 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 300 saham menguat, 374 saham melemah, dan 289 saham stagnan.

Koreksi IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa kawasan Asia yang mayoritas ditutup di zona merah. Indeks Nikkei memimpin pelemahan dengan turun 1,02 persen, disusul indeks Shenzhen yang melemah 0,96 persen.

Kabar Gembira di Tengah Tekanan: LQ45 Justru Menguat

Di tengah laju IHSG yang tak bertenaga, kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 mencatatkan performa sebaliknya. Indeks ini naik 2,69 poin atau 0,43 persen ke posisi 623,93, menunjukkan investor selektif memilih saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kokoh.

Secara sektoral, pergerakan pasar terbelah. Sektor barang konsumen non primer memimpin penguatan dengan melesat 1,47 persen, diikuti sektor kesehatan yang naik 1,46 persen. Sementara itu, sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan ambles 1,42 persen, disusul sektor energi yang terkoreksi 0,72 persen.

Sentimen Global Masih Menghantui: Kenapa Pasar Ragu?

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan pasar masih diliputi ketidakpastian. Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran, pelaku pasar belum sepenuhnya percaya pada proses de-eskalasi.

"Trump mengatakan Arab Saudi dan sekutu utama Timur Tengah lain telah mendesaknya untuk menghentikan serangan yang direncanakan dan melanjutkan negosiasi, sambil terus menekan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Keraguan ini muncul karena negosiasi yang kerap berulang namun belum menghasilkan kesepakatan perdamaian permanen. Sikap Trump yang menolak menjawab soal tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan semakin menambah ketidakpastian di mata investor.

Data Domestik Campur Aduk: Manufaktur Membaik, Neraca Dagang Defisit

Dari dalam negeri, kabar positif datang dari sektor manufaktur. Indeks manufaktur Indonesia melonjak ke angka 50,2 pada Juli 2026 dari sebelumnya 46,9 pada Juni 2026. Namun, pasar masih memandang pertumbuhan ini melambat akibat mahalnya bahan baku, penurunan ekspor, serta sikap hati-hati pelaku usaha.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mencatatkan deflasi 0,14 persen secara bulanan, dengan inflasi tahunan sebesar 2,88 persen. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen dan tetap aman dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 1,5-3,5 persen.

Namun, ada pekerjaan rumah yang mengganjal. Neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sebesar 450 juta dolar AS pada Juli 2026, sebuah sinyal yang kerap membuat investor asing berpikir dua kali untuk menahan dana mereka di pasar domestik.

China Ikut Meredam: PMI Manufaktur Turun ke Level Terendah

Dari kawasan Asia, survei swasta menunjukkan PMI Manufaktur China menurun ke level terendah dalam empat bulan di angka 50,9 pada Juli 2026, meleset dari perkiraan 51,5. Meski demikian, Bank sentral China (PBOC) menegaskan komitmennya untuk mendukung perekonomian dengan kebijakan moneter yang akomodatif secara moderat.

Di antara saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar hari ini adalah JKON, MITI, TMPO, KDTN, dan TRUK. Sebaliknya, tekanan jual terbesar terjadi pada saham TCPI, NSSS, BUVA, INDY, dan OPMS.

Follow www.jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks